
Oleh: Dr. Wagiman, S.Fil., S.H., M.H.
Peneliti pada Forum Hukum dan Kebijakan Ibadah Haji dan Umrah Indonesia (FHKI-HU Indonesia)
Situasi keamanan di Timur Tengah akibat konflik antara Iran dan AS-Israel berdampak serius pada perjalanan umrah dari Indonesia.[1] Berdasarkan pemberitaan media, yang merujuk informasi dari Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, memanasnya konflik di Timur Tengah kini berdampak langsung pada ritme operasional ibadah umrah bagi warga Indonesia. Situasi perang tersebut telah memicu perubahan jadwal, baik terkait kepulangan jemaah yang kini tengah berada di Arab Saudi, maupun rencana keberangkatan bagi para calon jemaah yang masih berada di tanah air. Namun Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan seluruh jemaah umrah asal Indonesia yang tengah atau akan menjalankan ibadah di Arab Saudi maupun di kawasan Timur Tengah dalam kondisi aman, tetapi tetap waspada. Namun, sejumlah penerbangan jemaah umrah terpaksa dibatalkan dampak eskalasi perang antara AS-Israel dan Iran.[2] Terdapat tiga dampak utama dari situasi keamanan di Timur Tengah: Pertama, gangguan Penerbangan, yang mana konflik menyebabkan gangguan signifikan pada jalur penerbangan internasional, memaksa beberapa jemaah yang menggunakan paket transit (misalnya melalui Dubai yang mengalami penundaan; Kedua, imbauan penundaan dan pembatalan, dimana Pemerintah Indonesia sempat mengeluarkan imbauan untuk menunda keberangkatan umrah,[3] yang memicu pembatalan atau penundaan oleh ribuan calon jemaah. Ketiga, dampak ke biaya tambahan, dimana Jemaah yang tertahan di Arab Saudi dilaporkan membutuhkan tambahan dana mandiri untuk biaya hidup sehari-hari, bahkan ada yang terpaksa dikirimkan dana bulanan tambahan oleh keluarganya dari Indonesia. Mitigasi Pemerintah Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah Indonesia terus berkoordinasi dengan KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh untuk memprioritaskan keselamatan jemaah, memantau rute penerbangan, dan menyiapkan langkah-langkah darurat. Sekali lagi kita tenang bahwa Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan seluruh jemaah umrah asal Indonesia yang tengah atau akan menjalankan ibadah di Arab Saudi maupun di kawasan Timur Tengah dalam kondisi aman, tetapi tetap waspada.
[1] Hingga 28 Februari 2026 terdapat 58.873 jemaah masih berada di Arab Saudi. “Imbas Perang Timur Tengah, Dua Ribu Jemaah Umrah Masih Terdampar”, https://www.youtube.com/watch?v=rDVLHvOliVI https://www.instagram.com/p/DVUbqKqjZOd
[2] Lihat, “Jemaah Umrah Indonesia Terdampak Perang”, https://www.instagram.com/p/DVUbqKqjZOd/
[3] “Pemerintah Resmi Imbau Tunda Umrah Akibat Konflik Timur Tengah, Gimana Nasib Haji 2026?”, https://www.youtube.com/watch?v=FavKVUKR7AQ#
